Direktur Utama PT Bank Sumut (Perseroda), Heru Mardiansyah, menegaskan transformasi dan peningkatan kinerja Bank Sumut harus dimulai dari perubahan pola pikir dan integritas seluruh pegawai.
MEDAN, kaldera.id – Direktur Utama PT Bank Sumut (Perseroda), Heru Mardiansyah, menegaskan transformasi dan peningkatan kinerja Bank Sumut harus dimulai dari perubahan pola pikir dan integritas seluruh pegawai.
Pesan itu disampaikan dalam acara buka puasa bersama Ramadan 1447 Hijriah di Aula Bank Sumut, Kamis (26/2/2026).
Dalam kegiatan yang digelar secara hybrid tersebut, Heru menekankan Ramadan bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum evaluasi menyeluruh terhadap etos kerja dan profesionalisme insan Bank Sumut.
“Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Kita ingin memaknainya sebagai waktu untuk menyatukan langkah dan memperkuat komitmen kerja,” ujar Heru.
Menurutnya, nilai-nilai puasa seperti disiplin, pengendalian diri, dan kejujuran memiliki keterkaitan langsung dengan dunia perbankan. Ia menegaskan transformasi tidak cukup hanya digerakkan oleh manajemen, tetapi harus melibatkan seluruh pegawai.
“Bila menginginkan hasil yang lebih baik, maka cara kerjanya juga harus lebih baik. Mari kita gunakan bulan ini untuk merefleksikan cara kita bekerja, memperkuat integritas, dan menjaga profesionalisme,” tegasnya.
Acara tersebut turut dihadiri Komisaris Utama Firsal Mutyara, Komisaris Independen Erlina, Komisaris Non Independen Agus Fatoni, Direktur Kepatuhan Eksir, Direktur Teknologi Informasi dan Operasional Sandhy Sofian, jajaran pimpinan, pegawai, serta Rukun Wanita Bank Sumut.
Komisaris Non Independen Agus Fatoni menambahkan, peningkatan kualitas pribadi selama Ramadan harus berbanding lurus dengan peningkatan kinerja perusahaan.
“Kalau setiap tahun kualitas pribadi kita meningkat, maka kinerja organisasi juga seharusnya meningkat.
Target kita sederhana: capaian tahun ini lebih baik dari tahun lalu, dan tahun depan lebih baik lagi,” ujarnya.
Selain penguatan komitmen internal, kegiatan buka puasa bersama ini juga diisi dengan penyerahan santunan kepada 20 anak yatim serta tausyiah yang disampaikan Ustadz Abdel Muhadir Ritonga.
Momentum Ramadan ini menjadi penegasan bahwa transformasi Bank Sumut tidak hanya berbasis strategi bisnis, tetapi juga bertumpu pada penguatan karakter, integritas, dan konsistensi kinerja seluruh pegawai. (Reza)