Jelang Lebaran, Pemprov Sumut Targetkan Tidak Ada Pengungsi Tinggal di Tenda

redaksi
10 Mar 2026 22:41
Medan News 0 66
2 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menargetkan tidak ada lagi pengungsi korban bencana yang tinggal di tenda menjelang perayaan Idulfitri 2026.

Upaya tersebut dilakukan dengan mempercepat pemindahan pengungsi ke hunian sementara (huntara) yang saat ini pembangunannya hampir rampung.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Sumut Basarin Yunus Tanjung mengatakan progres pembangunan huntara saat ini telah mencapai lebih dari 90 persen.

“Sudah ada pengungsi yang masuk ke hunian sementara. Masih ada ribuan huntara lagi siap dihuni. Kita harap sebelum Lebaran, pengungsi sudah tidak lagi tinggal di tenda,” kata Basarin di Medan, Selasa (10/3/2026).

Menurutnya, percepatan pemindahan pengungsi membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, baik pemerintah daerah, instansi terkait maupun masyarakat.

Sejumlah huntara bahkan telah dihuni masyarakat terdampak bencana di beberapa lokasi di Sumatera Utara.

Di antaranya di Lapangan Bola Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan tersedia 186 unit; Dusun Aek Latong, Desa Marsada, Kecamatan Sipirok sebanyak 118 unit; PTPN IV Regional I Afdeling III Kebun Batang Toru, Desa Napa sebanyak 129 unit.

Selain itu, hunian sementara juga tersedia di Adiankoting sebanyak 40 unit, Asrama Haji Pinangsori 52 unit, lahan Balerong Pasar Tukka 12 unit, serta Rusunawa Pandan sebanyak 90 unit.
Basarin menjelaskan, untuk wilayah Tapanuli Selatan, target pemindahan pengungsi ke huntara dijadwalkan pada 15 Maret 2026 setelah pembangunan fasilitas tersebut rampung.

“Untuk Tapsel diharapkan tanggal 15 Maret sudah mulai ditempati, karena huntara baru siap pada tanggal tersebut,” jelasnya.

Selain penyediaan hunian sementara, pemerintah juga menyalurkan bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) kepada para pengungsi yang memilih tidak tinggal di huntara.

“Proses penyaluran DTH sudah berjalan dan akan terus dicairkan sesuai kelengkapan data BNBA atau By Name By Address,” ujar Basarin.

Dengan percepatan pembangunan hunian sementara tersebut, Pemprov Sumut berharap para korban bencana dapat segera menempati tempat tinggal yang lebih layak sekaligus mengakhiri masa tinggal di tenda pengungsian.  (Reza)