Polda Sumatera Utara mengerahkan personel Brimob untuk membantu penanganan bencana banjir dan tanah longsor di kawasan Sembahe, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Rabu dini hari, setelah hujan deras melanda wilayah tersebut.
MEDAN, kaldera.id – Polda Sumatera Utara mengerahkan personel Brimob untuk membantu penanganan bencana banjir dan tanah longsor di kawasan Sembahe, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Rabu dini hari, setelah hujan deras melanda wilayah tersebut.
Sebanyak 20 personel dari Batalyon A Pelopor diterjunkan ke lokasi untuk memperkuat proses pencarian dan evakuasi korban yang diduga tertimbun material longsor.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, mengatakan personel diberangkatkan segera setelah laporan kejadian diterima.
“Personel langsung kami kerahkan untuk membantu pencarian dan evakuasi korban bersama tim gabungan di lapangan,” ujarnya di Medan.
Ia menjelaskan, tim yang dipimpin AIPTU Agus Andrian berangkat usai apel kesiapan pada pukul 00.15 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 01.15 WIB.
Setibanya di lokasi, personel langsung bergabung dengan instansi terkait dan masyarakat untuk melakukan pencarian korban.
Dalam operasi tersebut, tim gabungan berhasil menemukan satu korban tambahan yang tertimbun longsor dan langsung dilakukan evakuasi.
Berdasarkan data sementara, tiga korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara tiga korban lainnya masih dalam pencarian.
“Fokus kami saat ini adalah mempercepat pencarian korban sekaligus memastikan proses evakuasi berjalan aman,” kata Ferry.
Ia menambahkan, seluruh personel tetap bekerja dengan memperhatikan kondisi cuaca dan potensi longsor susulan yang dapat membahayakan petugas maupun warga.
Polda Sumut juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di kawasan rawan longsor dan daerah aliran sungai, mengingat curah hujan masih tinggi dalam beberapa waktu terakhir.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan segera berkoordinasi dengan aparat setempat jika menemukan kondisi darurat,” ujarnya.
Hingga kini, proses pencarian korban masih terus berlangsung dengan melibatkan tim gabungan dari kepolisian, instansi terkait, dan masyarakat. (Reza)