Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, mendorong Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) berkembang menjadi ajang pameran bertaraf internasional yang mampu menarik wisatawan dan investor dari berbagai negara.
MEDAN, kaldera.id – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, mendorong Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) berkembang menjadi ajang pameran bertaraf internasional yang mampu menarik wisatawan dan investor dari berbagai negara.
Hal itu disampaikan Evita saat memimpin kunjungan kerja Komisi VII DPR RI ke PRSU 2026 di Medan, Kamis (9/7/2026). Kunjungan tersebut turut dihadiri Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, serta perwakilan kementerian yang menjadi mitra kerja Komisi VII.
Evita menjelaskan, kunjungan dilakukan untuk melihat langsung perkembangan PRSU setelah kembali digelar pascapandemi Covid-19. Menurutnya, PRSU memiliki keterkaitan erat dengan sektor yang menjadi ruang lingkup Komisi VII, yakni pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif.
“Hari ini kami melihat langsung perkembangan PRSU. Komisi VII membawahi sektor pariwisata, UMKM dan ekonomi kreatif yang sangat berkaitan dengan penyelenggaraan PRSU,” kata Evita kepada wartawan.
Ia mengapresiasi langkah transformasi yang dilakukan manajemen PRSU. Menurutnya, penataan kawasan pameran kini terlihat lebih baik, lebih tertata, dan memiliki daya tarik yang lebih kuat dibandingkan sebelumnya.
Evita menilai proses kurasi terhadap peserta pameran menjadi salah satu langkah positif untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan PRSU. Selain itu, aspek kebersihan dan kenyamanan kawasan juga dinilai semakin baik.
“Saya melihat transformasi yang dilakukan cukup baik. Pameran sekarang lebih terkurasi, tampilannya lebih menarik dan kebersihannya sangat terjaga,” ujarnya.
Ke depan, Evita berharap PRSU tidak hanya menjadi ajang pameran tingkat regional, tetapi mampu menarik partisipasi lebih banyak negara melalui paviliun internasional. Ia juga berharap jumlah pengunjung mancanegara dari Malaysia, Singapura dan negara tetangga lainnya terus meningkat.
Menurutnya, untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan kolaborasi yang kuat antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, pengelola PRSU dan kementerian terkait.
Karena itu, dalam kunjungan tersebut Komisi VII DPR RI turut membawa perwakilan Kementerian Pariwisata, Kementerian UMKM dan kementerian terkait lainnya guna membangun sinergi sejak dini dalam mempersiapkan penyelenggaraan PRSU yang lebih besar di masa mendatang.
“Kementerian Pariwisata bisa membantu promosi dan kurasi kegiatan. UMKM bisa memberikan pendampingan dan pelatihan sehingga UMKM Sumut bisa naik kelas. Ke depan kita tidak hanya mengejar kuantitas pengunjung, tetapi juga kualitas pengunjung yang datang,” katanya.
Evita juga meminta pengelola PRSU menyusun roadmap pengembangan jangka panjang. Menurutnya, target dan arah pengembangan PRSU dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang harus ditetapkan secara jelas agar setiap program dapat berjalan sesuai tujuan.
Ia berharap PRSU dapat berkembang seperti Jakarta Fair yang tidak hanya menjadi ajang promosi produk UMKM, tetapi juga menjadi sarana promosi investasi, pariwisata, dan ekonomi kreatif yang mampu memberikan dampak ekonomi besar bagi daerah.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengatakan PRSU memiliki peran penting dalam melestarikan sekaligus memperkenalkan seni dan budaya Sumatera Utara ke tingkat nasional maupun internasional.
Menurut Bobby, keberadaan PRSU juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan pelaku seni, budaya, dan UMKM melalui promosi yang berkelanjutan.
“Harapan kita PRSU dapat membantu melestarikan kebudayaan dan memperkenalkan budaya Sumatera Utara ke tingkat nasional hingga internasional. Selain itu, kegiatan ini juga harus mampu menopang ekonomi para pelaku seni, budaya dan UMKM,” ujar Bobby.
Bobby menambahkan pengembangan sektor pariwisata Sumatera Utara harus dilakukan secara konsisten, mulai dari menjaga destinasi wisata yang ada hingga meningkatkan kualitas pelayanan dan keramahtamahan masyarakat sebagai bagian dari industri pariwisata. (Reza)