Bobby Dorong UMKM Sumut Tembus Pasar Global

redaksi
25 Jul 2026 22:30
Medan News 0 1
3 menit membaca

MEDAN, kaldera.id – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sumut untuk naik kelas dengan memperluas pasar hingga ke tingkat internasional dan menarik investasi dari sektor swasta.

Hal itu disampaikan Bobby saat menghadiri pembukaan Karya Kreatif Sumatera Utara (KKSU) 2026 di Delipark Mall Medan, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan yang digelar Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Sumut tersebut mengusung tema “Dari Lokal ke Global: Mendorong UMKM yang Inovatif, Inklusif, Berkelanjutan, dan Berdaya Saing Internasional.”

Menurut Bobby, UMKM memiliki peran penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi daerah, terutama di tengah tantangan ekonomi global dan penyesuaian anggaran yang sedang berlangsung.

Ia menilai produk-produk unggulan Sumut, baik sektor wastra maupun kuliner, memiliki kualitas yang mampu bersaing tidak hanya di pasar nasional tetapi juga pasar internasional.

“Untuk mengimbangi dinamika ekonomi global, kita harus menggerakkan sektor swasta dan mengoptimalkan potensi dalam negeri, khususnya UMKM. Produk-produk Sumut sangat mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” kata Bobby.

Bobby mengatakan pengembangan UMKM tidak cukup hanya berorientasi pada penjualan langsung kepada konsumen atau business to consumer (B2C). Menurutnya, pelaku usaha perlu didorong masuk ke rantai industri dan menjalin kerja sama bisnis dengan investor melalui skema business to business (B2B).

Untuk mendukung hal tersebut, Pemprov Sumut akan memperkuat pendampingan kepada pelaku UMKM, mulai dari peningkatan kualitas kemasan produk hingga penyusunan studi kelayakan usaha agar lebih menarik bagi lembaga pembiayaan maupun investor.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Thomas Aquinas Muliatna Djiwandono yang membuka KKSU 2026 mengatakan kegiatan tersebut menjadi sarana mempertemukan UMKM dengan mitra pembiayaan, pembeli potensial, dan pasar yang lebih luas.

Menurut Thomas, ekonomi Sumut mampu tumbuh 4,98 persen di tengah tekanan ekonomi global. Kondisi itu menunjukkan ketahanan ekonomi daerah yang tetap terjaga.

“KKSU menjadi jembatan konkret yang mempertemukan UMKM dengan mitra pembiayaan, mitra dagang, serta pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumut Ameriza M Moesa mengatakan KKSU 2026 melibatkan lebih dari 600 pelaku usaha dan 48 mitra strategis. Kegiatan yang berlangsung sejak 15 Juli hingga 26 Juli tersebut telah mencatatkan transaksi yang cukup signifikan.

Hingga hari pembukaan, penjualan ritel dalam kegiatan itu telah melampaui Rp900 juta. Selain itu, kesepakatan bisnis antara UMKM dengan pelaku industri, agregator, dan sektor perhotelan mencapai Rp22 miliar.

Tak hanya itu, potensi kerja sama dan investasi yang terhimpun selama pelaksanaan KKSU 2026 disebut telah menembus lebih dari Rp80 miliar.
KKSU 2026 juga menghadirkan berbagai agenda pendukung, seperti Sumatra Export Celebration, Medan Digifestival, edukasi literasi keuangan, digitalisasi pembayaran melalui QRIS, serta pameran produk unggulan UMKM dan kuliner khas Sumatera Utara. (Reza)