Bobby Nasution Uji Usulan Kampung Kreatif, SDM Jadi Sorotan

redaksi
28 Okt 2026 10:23
Medan News 0 7
3 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mengingatkan lima kepala daerah agar program Kampung Kreatif Sumut Berkah (KKSB) tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur. Penguatan ekonomi lokal dan kemampuan sumber daya manusia (SDM) harus menjadi bagian utama agar program benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.

Penegasan itu disampaikan Bobby saat menerima pemaparan usulan KKSB 2026 dari lima kepala daerah yang masuk nominasi di Ruang Rapat Gubernur, Kantor Gubernur Sumut, Medan, Selasa (27/10/2026). Kelima daerah tersebut adalah Kabupaten Karo, Dairi, Samosir, Tapanuli Selatan, dan Toba.

Bobby mengapresiasi daerah yang berhasil masuk nominasi dan berharap usulan yang dipaparkan berpeluang mendapat dukungan untuk direalisasikan pada 2027.

“Selamat karena usulan ini berhasil masuk nominasi. Meskipun sejumlah daerah mengajukan proposal, tidak seluruhnya mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan usulan. Mudah-mudahan ada peluang bagi kami untuk mendukung kegiatan yang diusulkan pada tahun 2027,” ujar Bobby.



Ia menegaskan, penilaian program tidak semata-mata bertumpu pada pembangunan fisik. Pemerintah daerah harus mampu menawarkan gagasan yang menjawab persoalan masyarakat atau mengembangkan potensi unggulan agar menghasilkan nilai tambah ekonomi.

“Yang ingin kita lihat adalah ide dan gagasan yang ditawarkan, baik dalam menyelesaikan persoalan maupun mengembangkan potensi yang sudah ada,” katanya.

Bobby menjelaskan, ada dua aspek yang menjadi perhatian dalam penilaian. Pertama, kemampuan program mengatasi persoalan mendesak di desa, seperti kesehatan dan ekonomi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan serta kualitas SDM. Kedua, kemampuan mengoptimalkan potensi unggulan daerah yang sudah ada agar lebih produktif.

Ia juga mengingatkan agar pengembangan kawasan dibarengi peningkatan kapasitas warga yang akan mengelola program. Tanpa kesiapan SDM, pembangunan fasilitas dikhawatirkan tidak menghasilkan manfaat berkelanjutan.

“Jangan sampai hanya bangunan yang berubah, sementara kemampuan sumber daya manusia yang mengelolanya tidak ikut berkembang,” tegasnya.

Dalam pemaparan tersebut, Kabupaten Karo mengusulkan pengembangan Kawasan Terpadu Pasar Buah Modern dan Taman Menjuah-Juah Berastagi. Rencana itu mencakup penataan sarana dan prasarana, peningkatan aksesibilitas, penguatan kapasitas SDM, perluasan akses pasar, serta peningkatan kemampuan manajerial.

Kabupaten Dairi mengajukan pengembangan Wisata Sungai Raya dengan mengoptimalkan infrastruktur dan akses yang telah tersedia untuk mendorong pertumbuhan destinasi wisata, usaha kuliner, dan kegiatan ekonomi warga. Penataan kawasan serta penentuan pengelola menjadi perhatian agar pengembangan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik.

Sementara itu, Kabupaten Tapanuli Selatan mengusulkan Kampung Kreatif Rianiate melalui peningkatan kualitas SDM, pembangunan infrastruktur, dan pengembangan wisata. Usulan ini turut menyoroti perlunya kejelasan mekanisme pelaksanaan, kelompok masyarakat yang diberdayakan, serta tanggung jawab pemeliharaan fasilitas.

Kabupaten Toba mengajukan pengembangan Kampung Kreatif Parparean III dengan mengoptimalkan potensi sungai, destinasi wisata, dan jalur lintasan untuk menciptakan daya tarik baru sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar.

Adapun Kabupaten Samosir mengusulkan pengembangan Desa Sabulan, Kecamatan Sitio-tio, yang memiliki potensi budaya, legenda, seni lokal, pariwisata, kerajinan, serta kelembagaan masyarakat. Desa seluas 16,52 kilometer persegi itu berada pada ketinggian 905–1.600 meter di atas permukaan laut dan dilintasi jalan provinsi yang menjadi bagian Outer Ring Road Danau Toba. Usulan pengembangan mencakup penataan pelabuhan, situs sejarah, dan infrastruktur pariwisata.

Melalui KKSB, Pemprov Sumut menargetkan pengembangan kawasan berbasis potensi lokal yang produktif, inovatif, mandiri, berbudaya, dan berkelanjutan. Bobby berharap program tersebut mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas SDM, bukan sekadar mengubah wajah kawasan. (Reza)