Dirut Bank Sumut: Tapsel Jadi Pilot Project Pembiayaan UMKM, Setelahnya Semua Pemda Di Sumut

redaksi
18 Apr 2026 11:44
Medan News 0 7
4 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Direktur Utama Bank Sumut Heru Mardiansyah menegaskan bahwa Pemkab Tapanuli Selatan akan dijadikan pilot project kredit berbiaya murah untuk mendorong usaha mikro kecil menengah meningkatkan volume usaha.

Hal itu disampaikan Heru Mardiansyah, Direktur Utama Bank Sumut, kepada media di Medan, Jumat (17/4/2026). Sebelumnya Gubernur Bobby Nasution sudah mengingatkan bank milik pemerintah daerah ini pada dua hal penting. Pertama agar tidak terlalu mengandalkan APBD dan ASN (aparatur sipil negara) dan kedua, Gubsu pernah mengingatkan baru 7,7 persen usaha mikro kecil menengah yang tersentuh bank.

Karena itu pula Bank Sumut merancang berbagai sistem pendanaan dan pembiayaan yang kelak membantu berkembangnya pelaku ekonomi mikro, kecil dan menengah di Sumut, kata Heru Mardiansyah. Dia mengatakan Pemkab Tapsel menjadi pilot project pembiayaan dengan target utama melepaskan pelaku usaha mikro yang selama ini terjerat rentenir atau pembiayaan berbunga mahal menjadi lebih kompetitif.

Ketika ditanya kenapa Tapsel yang dijadikan pilot project? Menurutnya, karena daerah ini yang paling responsif bekerjasama dengan Bank Sumut. Termasuk pengembangan cash management system dan sempat juga sosialisasi pendanaan kepada pelaku koperasi merah putih di daerah itu.

Menurut Heru, Tapsel termasuk yang paling potensial dijadikan pilot project karena pelaku usaha mikro kecil menengah selama ini memanfaatkan pembiayaan dari rentenir dan lembaga pembiayaan lain dengan bunga cukup tinggi. “Kemudian Tapsel juga baru mulai pulih dari bencana. Jadi ibu-ibu yang punya usaha dan habis disapu banjir harus kita bangkitkan lagi. Daripada mereka terjebak pinjaman bunga tinggi maka kita tawarkan sistem tanggung renteng atau grameen bank bersifat kelompok usaha,” katanya.

Heru Mardiansyah yang sebelumnya pernah menjabat kepala divisi dana dan jasa di Bank Sumut, mengatakan bahwa di Tapsel tim nya sudah turun melakukan kajian pembiayaan dan pendanaan. “Sudah, kita sudah turun. Beberapa kali kita lakukan kegiatan di sana. Ini tinggal eksekusinya,” jelas Heru.

Bentuknya persis sama dengan grameen bank dimana yang berhak menerima pembiayaan mulai dari Rp1 juta hingga Rp10 juta kemudian dari Rp10 juta hingga Rp20 juta dibagikan dengan kelompok usaha minimal 6 orang ibu-ibu. “Ketika satu debitur macet maka yang lain ikut tanggung renteng bersama-sama. Dan ini hanya kita fokuskan untuk pembiayaan ibu-ibu. Tidak boleh untuk laki-laki,” kata Heru Mardiansyah.

“Kenapa ibu-ibu? Pada prinsipnya mereka lebih bertanggungjawab. Lebih tepat pembayaran dan komitmen. Dulu kita sudah punya nama produk ini yaitu permaisuri. Tapi akan kita ganti karena kurang tepat. Atau mungkin namanya akan dari Bapak Gubernur. Sebab tagline kita saat ini kolaborasi Sumut berkah. Jadi tagline itulah alur dasarnya,” kata dia.

Dirut Bank Sumut ini juga meyakinkan bahwa ibu-ibu penerima program bantuan bukan saja yang sudah punya usaha. “Yang masih berencana punya usaha pun akan kita biayai dengan catatan punya kemampuan membayar kewajiban,” jelasnya.

Heru Mardiansyah yang baru terpilih sebagai ketua forum komunikasi Industri Jasa Keuangan (IJK) Sumut periode 2026-2027 menambahkan Bank Sumut juga akan fokus pada pengembangan Sumut Link di Tapsel. “Sumut Link sebenarnya program agen laku pandai (layanan keuangan tanpa kantor) untuk memperluas jangkauan layanan perbankan. Agen Sumut Link akan melayani setoran, tarik tunai, transfer, dan pembayaran tagihan bagi masyarakat, sekaligus meningkatkan omset usaha agen melalui sharing fee.”

“Mereka yang menjadi agen Sumut Link menerima biaya bagi hasil kompetitif, peningkatan omset serta reward,” kata Heru yang terus fokus pada pengembangan bisnis bank serta melakukan berbagai perbaikan internal.

“Kalau di Tapsel, Sumut Link ini sudah kita baca. Setidaknya dimulai dengan jumlah desa terdata 248. Kemudian dibawahnya ada kepala dusun. Ini jumlahnya sekira 436. Jika kemudian program Sumut Link menyentuh desa dan kepala dusun saja saya kira akan memperluas pelayanan Bank Sumut dari sisi pendanaan. Kemudian jika masing-masing kepala desa dan kepala dusun bekerjasama dengan warga mengembangkan Sumut Link maka potensi di Tapsel akan luar biasa,” katanya. Hal itulah yang saat ini sedang dipersiapkan tim.

“Jika kemudian program berjalan maksimal di Tapsel kami kira semua Pemda di Sumut akan mau bekerjasama demi memajukan daerahnya,” kata Heru Mardiansyah. Dia berharap program ini berjalan komprehensif dengan dukungan dari berbagai pihak. “Kita sebenarnya sebagai eksekutor dari program-program Gubernur Sumatera Utara terutama pada pemberdayaan masyarakat agar kemudian ekonomi Sumut maju lebih cepat,” tuturnya.