Bobby Ingatkan PLN, Kerugian Warga Akibat Listrik Padam Harus Ada Kompensasi

redaksi
8 Jun 2026 16:47
Medan News 0 1
2 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution mendesak PT PLN memberikan kompensasi kepada pelanggan yang terdampak pemadaman listrik bergilir di berbagai daerah di Sumut. Desakan itu disampaikan menyusul banyaknya keluhan masyarakat dan pelaku usaha yang mengalami kerugian akibat gangguan pasokan listrik dalam beberapa hari terakhir.

Permintaan tersebut disampaikan Bobby saat mendatangi Kantor PLN Unit Pelaksana Pengatur Beban Sumatera Bagian Utara (UP2B Sumbagut) di Jalan Yos Sudarso, Medan, Senin (8/6/2026).

Menurut Bobby, persoalan utama bukan hanya pemadaman yang terjadi berulang kali, tetapi juga minimnya informasi yang diterima masyarakat terkait jadwal dan wilayah terdampak.

“Masyarakat sudah mengeluh, mereka merugi akibat pemadaman bergilir ini, terutama pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada listrik. Yang menjadi masalah, masyarakat tidak mendapatkan informasi yang jelas sehingga tidak bisa melakukan persiapan,” kata Bobby.

Bobby menilai masyarakat masih bisa memahami kondisi darurat yang terjadi akibat rusaknya sejumlah tower transmisi listrik karena cuaca ekstrem. Namun menurutnya, PLN seharusnya lebih terbuka dalam menyampaikan informasi kepada pemerintah daerah maupun masyarakat.

Ia meminta PLN memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota agar informasi pemadaman dapat disosialisasikan lebih cepat kepada warga.

“Kalau ada kendala seperti ini, sampaikan ke pemerintah daerah. Jangan masyarakat dibiarkan tidak tahu lalu setiap hari menghadapi pemadaman tanpa kepastian,” ujarnya.

Selain meminta perbaikan komunikasi, Bobby juga mendesak PLN memberikan kompensasi kepada pelanggan yang terdampak. Bentuk kompensasi, menurutnya, bisa berupa potongan tagihan listrik maupun diskon pembelian token bagi pelanggan prabayar.

“Harus ada kompensasi. Masyarakat yang terlambat membayar listrik langsung dikenakan sanksi. Ketika pelayanan terganggu dan masyarakat dirugikan, tentu harus ada bentuk pertanggungjawaban,” tegasnya.

Pemadaman listrik bergilir yang terjadi dalam beberapa hari terakhir dipicu kerusakan pada 12 tower Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) yang memasok sistem kelistrikan Sumatera bagian utara.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sumut, Mundakhir Salman, mengakui gangguan tersebut telah berdampak terhadap pelayanan listrik di sejumlah wilayah. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan memastikan proses perbaikan terus dikebut.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Saat ini seluruh tim sedang bekerja mempercepat perbaikan jaringan,” ujarnya.

Terkait usulan kompensasi, Mundakhir mengatakan pihaknya akan meneruskan permintaan tersebut kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) karena kewenangan penetapan kompensasi berada di tingkat pusat.

PLN menargetkan perbaikan jaringan transmisi yang rusak dapat diselesaikan dalam dua hingga tiga hari ke depan sehingga pasokan listrik di Sumatera Utara kembali normal. (Reza)