Rico Waas Bongkar Capaian Janji Kampanye, Target 10.000 Gang Jadi Sorotan

redaksi
8 Jun 2026 21:17
Medan News 0 11
2 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengevaluasi pelaksanaan 24 program prioritas yang menjadi bagian dari janji kampanyenya bersama Wakil Wali Kota Medan. Dalam evaluasi tersebut, Rico menyoroti sejumlah program yang dinilai masih jauh dari target, terutama perbaikan 10.000 gang, pembangunan jaringan CCTV, layanan ambulans, dan penerangan jalan umum (PJU).

Evaluasi dilakukan dalam rapat bersama seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), camat, serta jajaran Pemerintah Kota Medan di Kantor Wali Kota Medan, Senin (8/6/2026).

Rico mengatakan sebagian besar program prioritas telah berjalan, bahkan beberapa di antaranya sudah terealisasi. Program tersebut antara lain bantuan pendidikan bagi siswa madrasah dan tahfiz, bantuan bagi masyarakat kurang mampu, sembako murah, PKH Medan Makmur, bantuan untuk penyandang disabilitas dan lansia, hingga pendampingan korban kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Meski demikian, ia menegaskan sejumlah program strategis masih membutuhkan percepatan agar target yang telah dijanjikan kepada masyarakat dapat tercapai.

Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah program perbaikan 10.000 gang di Kota Medan. Menurut Rico, realisasi program tersebut masih jauh dari target yang ditetapkan.

“Perbaikan 10.000 gang ini masih jauh di bawah 50 persen. Memang pekerjaan fisik membutuhkan anggaran besar, tetapi harus terus dipercepat karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat,” katanya.

Selain itu, Rico juga meminta percepatan pembangunan jaringan CCTV dan pemasangan penerangan jalan umum yang dinilai penting untuk mendukung keamanan dan kenyamanan warga.

Untuk layanan ambulans, Rico meminta perangkat daerah mencari skema kolaborasi dengan penyedia ambulans swasta agar pelayanan kesehatan darurat dapat menjangkau masyarakat secara lebih cepat dan luas.

Dalam rapat tersebut, Rico juga menegaskan agar seluruh jajaran pemerintah daerah menyampaikan data dan laporan secara objektif. Ia mengingatkan agar tidak ada praktik penyajian data yang hanya bertujuan menyenangkan pimpinan.

“Saya tidak suka ABS atau asal bapak senang. Jangan hanya menyampaikan angka-angka yang terlihat bagus di atas kertas. Lebih baik disampaikan apa adanya supaya kita tahu apa yang harus diperbaiki,” tegasnya.

Menurut Rico, evaluasi dilakukan untuk memastikan seluruh janji kampanye yang disampaikan kepada masyarakat benar-benar diwujudkan melalui program yang memiliki dampak nyata.

Selain infrastruktur, Rico turut menyoroti penciptaan lapangan kerja. Meski target awal sebanyak 10.000 lapangan kerja telah tercapai, ia meminta target tersebut ditingkatkan pada tahun-tahun berikutnya.

“Kalau bisa 10.000 lapangan kerja setiap tahun. Memang tidak mudah, tetapi kita harus berani memasang target lebih tinggi dan mencari terobosan baru,” ujarnya.

Rico menegaskan keberhasilan program pembangunan tidak hanya diukur dari angka capaian administrasi, tetapi dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat Kota Medan. (Reza)