Tim yang bertanding dalam MRC Series I, Sabtu (29/8/2026)(HO/kaldera) MEDAN, kaldera.id – Persaingan sengit di arus Sungai Deli akhirnya menghasilkan para juara Medan Rafting Championship (MRC) Series I. Tim Conqueres tampil sebagai kampiun kategori putra, sementara JSI Johor keluar sebagai juara kategori putri.
Kejuaraan yang digelar Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kota Medan pada 28–29 Agustus 2026 di Taman Maharani Aloha, aliran Sungai Deli, Medan, tersebut menjadi seri pembuka dari rangkaian MRC 2026–2027.
Di kategori putra, Conqueres berhasil mengamankan posisi pertama setelah bersaing ketat dengan tim-tim lainnya. JSI Johor harus puas di posisi kedua, sedangkan River Kids melengkapi podium sebagai juara ketiga.
Sementara di kategori putri, JSI Johor tampil sebagai yang terbaik. Wanaarka UNUSU menempati posisi kedua, disusul Kompas USU di peringkat ketiga.
Ketua Umum FAJI Kota Medan Muhammad Fadli menegaskan, MRC tidak berhenti pada Series I. Kompetisi ini dirancang sebagai agenda berkelanjutan dengan empat seri yang digelar di sejumlah wilayah Kota Medan.
“Target kami menjadikan Medan Rafting Championship sebagai kalender kejuaraan yang rutin dan berkelanjutan. Dari sini kami ingin melahirkan atlet-atlet arung jeram berkelas nasional dari Kota Medan,” kata Fadli.
Pihaknya akan menjadikan MRC sebagai agenda rutin dan berkelanjutan. Kompetisi diharapkan menjadi wadah pembinaan sekaligus ajang pemantauan prestasi atlet secara konsisten.
Kemudian, memperkuat pembinaan klub lokal dan mahasiswa. FAJI Medan akan mendorong semakin banyak bibit muda untuk terlibat dalam olahraga arung jeram sehingga memiliki pengalaman bertanding dan kesiapan menghadapi kompetisi yang lebih tinggi. Lalu, mengembangkan sport tourism berbasis sungai.
FAJI Medan akan berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Medan, KONI Kota Medan, komunitas lingkungan, serta berbagai pemangku kepentingan untuk mengembangkan potensi sungai sebagai ruang olahraga sekaligus destinasi wisata
“Sungai Deli memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi wisata olahraga air yang bersih, aman dan menarik. Karena itu, olahraga arung jeram harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian sungai,” ujar Fadli.
Setelah Series I di Sungai Deli, MRC akan berlanjut ke tiga seri berikutnya yang tersebar di sejumlah kawasan Kota Medan. Series II dijadwalkan berlangsung pada 20–21 November 2026 di Sungai Belawan, kawasan Medan Sunggal.
Selanjutnya, Series III akan digelar pada 19–20 Februari 2027 di Sungai Denai, Medan Denai. Rangkaian MRC 2026–2027 kemudian ditutup melalui Series IV pada 18–19 Juni 2027 di kawasan Cadika Park, Medan Johor.
Sementara Ketua Umum Pengprov FAJI Sumut Dimas Tri Adji, melalui Sekretaris Elwin Reza Pahlevi, menyampaikan apresiasi kepada FAJI Kota Medan yang telah menggagas kompetisi arung jeram secara berkelanjutan.
Menurut Elwin, kehadiran MRC menjadi langkah positif dalam membangun ekosistem kompetisi sekaligus pembinaan atlet arung jeram di Sumatera Utara.
Apresiasi juga diberikan terhadap konsep MRC yang tidak hanya menempatkan olahraga sebagai kompetisi, tetapi menggabungkannya dengan agenda lingkungan dan edukasi keselamatan melalui aksi bersih sungai, penanaman pohon, serta pelatihan water rescue.
Pengprov FAJI Sumut berharap MRC dapat terus berkembang sehingga menjadi ruang kompetisi yang mampu melahirkan atlet-atlet potensial untuk memperkuat prestasi arung jeram Sumatera Utara di tingkat nasional.(frozi/rel)