Karhutla Mempawah Meluas, INALUM dan Grup MIND ID Kerahkan 60 Relawan Pemadam

redaksi
7 Sep 2026 12:22
Medan News 0 1
2 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id– PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) bersama Grup MIND ID memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, dengan mengerahkan 60 personel pemadam kebakaran bersertifikat ke wilayah terdampak.

Personel gabungan tersebut diterjunkan pada Jumat (4/9/2026) untuk membantu pengendalian titik api di sekitar wilayah operasional PT Borneo Alumina Indonesia (BAI), anak usaha INALUM dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) yang mengoperasikan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah.

Direktur Utama PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID), Maroef Sjamsoeddin, mengatakan pengerahan personel dilakukan untuk memperkuat tim yang telah bekerja di lapangan sejak 24 Agustus 2026 bersama pemerintah daerah, BNPB/BPBD, TNI, Polri, petugas pemadam kebakaran, relawan, dan masyarakat.

Sebanyak 60 personel tersebut berasal dari sejumlah perusahaan anggota Grup MIND ID, yakni INALUM, ANTAM, PT Bukit Asam Tbk, PT Timah Tbk, PT Freeport Indonesia, dan PT Vale Indonesia Tbk.

“Langkah ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap lingkungan dan masyarakat. Kehadiran relawan Grup MIND ID menjadi bagian dari upaya bersama untuk mempercepat pengendalian titik api sekaligus membantu mengurangi risiko kesehatan dan gangguan aktivitas masyarakat,” kata Maroef saat meninjau lokasi terdampak di Mempawah.

Selain menambah personel, penanganan karhutla juga diperkuat melalui penyediaan perlengkapan pemadaman, alat keselamatan, dukungan medis, fasilitas kesehatan darurat, serta alat pelindung diri bagi petugas dan masyarakat terdampak.

Dukungan operasional turut diperkuat dengan penambahan satu unit mobil pemadam kebakaran dari PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo).

Direktur Utama INALUM, Melati Sarnita, mengatakan keterlibatan perusahaan dalam penanganan karhutla merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan.

Menurutnya, tim yang diterjunkan tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga melakukan upaya pencegahan penyebaran kebakaran agar dampaknya tidak meluas.

“Ketika terdapat situasi darurat seperti karhutla, kami berupaya bergerak bersama seluruh pihak yang memiliki kompetensi dan kewenangan untuk membantu penanganannya. Kolaborasi menjadi kunci agar respons di lapangan dapat berlangsung lebih cepat dan efektif,” ujar Melati.

Sementara itu, Direktur Utama BAI, Darwin Saleh Siregar, menjelaskan proses pemadaman di Mempawah menghadapi tantangan karena sebagian titik kebakaran berada di lahan gambut.

Menurutnya, api pada lahan gambut dapat bertahan dan merambat di bawah permukaan tanah meskipun kobaran api di atas telah padam.

“Kondisi ini membuat proses pemadaman membutuhkan waktu lebih panjang, ketersediaan sumber air yang memadai, serta penyisiran dan pendinginan berulang untuk memastikan api benar-benar padam,” kata Darwin.

INALUM menyatakan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah, aparat, dan masyarakat setempat dalam upaya pengendalian karhutla serta pencegahan risiko kebakaran di masa mendatang. (Reza)