Usung Konsep Bisnis TriNature EcoSpray, Tim Mahasiswa USU Raih Juara Dua AgriStart 2025
Oleh: Nasywa Azalia Bilbina

redaksi
28 Okt 2026 14:43
Medan News 0 3
3 menit membaca

 

MEDAN, Kaldera.id – M. Ghozi Muzakki, mahasiswa Teknologi Pangan Universitas Sumatera Utara (USU), bersama timnya berhasil meraih juara kedua dalam AgriStart Campus Challenge 2025 melalui rancangan bisnis TriNature EcoSpray, sebuah konsep produk pertanian yang menggabungkan pestisida nabati dan pupuk organik cair dalam satu kemasan.

Kompetisi perencanaan bisnis berbasis Business Model Canvas (BMC) tersebut diselenggarakan oleh Yayasan Agri Sustineri Indonesia (YASI) bersama PT Corteva Agriscience Indonesia. Dalam kompetisi ini, Ghozi dan tim mengembangkan gagasan usaha yang berangkat dari persoalan tingginya biaya kebutuhan pertanian bagi petani kecil.

TriNature EcoSpray dirancang menggunakan bahan organik berupa kulit bawang putih, daun pepaya, dan batang pisang. Konsep bisnisnya mengedepankan dua nilai jual utama, yaitu Dual-Action yang menggabungkan fungsi pestisida dan pupuk, serta Zero-Waste melalui pemanfaatan bahan organik yang berpotensi terbuang.

Dalam rancangan bisnis tersebut, tim menetapkan petani hortikultura skala kecil hingga menengah dengan luas lahan sekitar 0,5 sampai 2 hektar sebagai target pasar utama. Segmen ini diproyeksikan mencakup sekitar 70 persen dari sasaran konsumen TriNature EcoSpray.



Pemilihan target pasar tersebut didasarkan pada pertimbangan bahwa petani skala kecil dan menengah termasuk kelompok yang merasakan tekanan ketika harga pupuk dan pestisida kimia mengalami kenaikan.

Dari sisi strategi harga, TriNature EcoSpray direncanakan dipasarkan sebesar Rp15.000 untuk kemasan 500 mililiter dan Rp25.000 untuk kemasan satu liter. Menurut perhitungan bisnis tim, harga tersebut diproyeksikan sekitar 20–30 persen lebih rendah dibandingkan produk kimia yang dijadikan pembanding dalam rancangan mereka.

Penggunaan bahan baku dari limbah organik lokal menjadi salah satu pertimbangan dalam penyusunan struktur biaya usaha. Berdasarkan proyeksi finansial yang dibuat tim, titik impas atau break-even point (BEP) diperkirakan dapat dicapai melalui penjualan sekitar 34 liter produk.

Meski demikian, seluruh angka tersebut masih merupakan bagian dari proyeksi bisnis karena TriNature EcoSpray belum memasuki tahap produksi dan penjualan komersial.

Dalam pengembangan konsep usaha, Ghozi bekerja sama dengan Lola Hati, mahasiswa Agribisnis angkatan 2023 yang berperan sebagai Chief Marketing Officer (CMO), serta M. Ridho Arliandi, mahasiswa Agroteknologi angkatan 2023 yang bertugas sebagai Chief Technology Officer (CTO).

Pembagian peran tersebut memungkinkan tim menggabungkan perencanaan pasar, pengelolaan keuangan, dan perumusan konsep produk dalam satu rancangan bisnis.

Namun, tantangan terbesar yang dihadapi tim bukan hanya berkaitan dengan penyusunan biaya dan strategi pemasaran. Ghozi menjelaskan bahwa aspek Customer Relationships dalam Business Model Canvas menjadi salah satu bagian yang paling menantang.

Menurutnya, petani yang telah lama menggunakan merek pestisida tertentu belum tentu mudah beralih kepada produk berbahan organik. Oleh karena itu, tim menilai edukasi, pendekatan kepada calon konsumen, dan pembuktian manfaat produk melalui pengujian lapangan akan menjadi bagian penting apabila usaha tersebut direalisasikan.

Saat memasuki tahap presentasi di hadapan dewan juri, Ghozi dan tim juga menerapkan strategi komunikasi yang berbeda. Di antara delapan tim finalis, mereka memilih membuka presentasi dengan narasi mengenai persoalan petani kecil, bukan langsung menyampaikan perhitungan keuangan.

Pendekatan storytelling tersebut digunakan untuk menghubungkan konsep bisnis dengan kebutuhan calon konsumennya, sekaligus menekankan tujuan sosial yang melatarbelakangi pengembangan TriNature EcoSpray.

Keberhasilan meraih juara kedua menjadi salah satu pencapaian bagi Ghozi dan tim dalam mengembangkan kemampuan perencanaan usaha. Mereka berharap rancangan bisnis tersebut dapat memperoleh dukungan pendanaan maupun kesempatan inkubasi agar dapat dilanjutkan ke tahap pembuatan dan pengujian produk.

Melalui TriNature EcoSpray, tim mahasiswa USU tersebut memperkenalkan gagasan kewirausahaan yang memadukan pemanfaatan bahan organik dengan perencanaan pasar. Konsep ini masih memerlukan validasi teknis dan komersial sebelum dapat diwujudkan sebagai usaha yang beroperasi secara nyata.

 

Penulis : Nasywa Azalia Bilbina
Mahasiswa Ilmu komunikasi Universitas Sumatera Utara
email : [email protected]