Dr. Abdul Hafiz Harahap (kanan) terpilih kembali sebagai Ketua PD Al Washliyah 2026-2031 dalam Musda ke 22, 7 Maret 2026.(HO/kaldera)MEDAN, kaldera.id – Dr. Abdul Hafiz Harahap, M.I.Kom kembali dipercaya memimpin Pengurus Daerah (PD) Al Jam’iyatul Washliyah Kota Medan untuk periode 2026–2031. Keputusan tersebut ditetapkan dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke-22 PD Al Washliyah Medan yang digelar di Aula Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan, Sabtu (7/3/2026).
Penetapan Abdul Hafiz Harahap sebagai ketua dilakukan melalui mekanisme formatur yang terdiri dari perwakilan Pengurus Wilayah (PW) Al Washliyah Sumatera Utara, Pengurus Cabang (PC) Al Washliyah Kecamatan, serta organ bagian organisasi.
Dalam sidang formatur tersebut, PW Al Washliyah Sumut diwakili Wakil Ketua Azrai Harahap, MA. Sementara dari unsur PC Al Washliyah Kecamatan diwakili Mansyur Daud Lubis, dan dari unsur organ bagian diwakili Azrul Hasibuan dari ISARAH.
Sebelumnya, laporan pertanggungjawaban PD Al Washliyah Medan periode 2021–2026 yang disampaikan Abdul Hafiz Harahap diterima oleh seluruh peserta Musda.
Abdul Hafiz menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya untuk memimpin organisasi ke depan.
“Terima kasih atas amanah dan kepercayaan seluruh pengurus serta kader Al Washliyah Medan kepada kami. Semua rekomendasi yang lahir dalam musyawarah ini akan kita realisasikan bersama, termasuk memaksimalkan konsolidasi organisasi secara simultan,” ujarnya.
Ketua PW Al Washliyah Sumut, Dr. Dedi Iskandar Batubara, dalam sambutannya saat membuka Musda menekankan pentingnya peningkatan peran Al Washliyah dalam pembangunan daerah.
Menurut dia, Al Washliyah memiliki posisi strategis sebagai organisasi keagamaan yang berkontribusi dalam pembinaan umat serta pembangunan sosial kemasyarakatan.
Sementara itu, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengapresiasi peran Al Jam’iyatul Washliyah yang dinilai konsisten memberikan penilaian objektif terhadap berbagai kebijakan pembangunan di Kota Medan.
Menurut Rico, organisasi tersebut selama ini menunjukkan sikap yang konstruktif dalam menyikapi program pemerintah daerah.
“Seperti seorang sahabat, Al Washliyah selalu memberikan penilaian yang objektif. Berani mengkritik ketika ada yang kurang, dan memberikan apresiasi ketika ada yang baik. Itulah yang saya rasakan dari Al Washliyah,” ujar Rico.
Ia berharap kepengurusan baru Al Washliyah Kota Medan dapat memperkuat program pembinaan generasi muda, khususnya dalam membangun karakter serta mencegah pengaruh negatif seperti penyalahgunaan narkoba.
“Saya berharap Al Washliyah Kota Medan nantinya memiliki program yang berfokus pada pembinaan karakter anak muda. Ini sangat penting agar generasi muda tidak terpengaruh bahaya narkoba,” katanya.
Rico juga mengingatkan pentingnya peran organisasi keagamaan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat di tengah derasnya arus informasi dan disrupsi teknologi.
Ia mencontohkan isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang sempat memicu kepanikan masyarakat beberapa waktu lalu. Menurutnya, organisasi keagamaan dapat membantu memberikan pemahaman yang benar kepada publik.
“Kami berharap kepengurusan Al Jam’iyatul Washliyah yang baru dapat memberikan pemahaman yang baik kepada masyarakat, terutama terkait isu-isu krusial yang berkembang saat ini,” ujarnya.(reza/red)