Rest Area Tol Medan-Binjai Disiapkan Jadi Etalase UMKM Deli Serdang

redaksi
3 Agu 2026 18:25
Medan News 0 2
2 menit membaca

 

DELISERDANG, kaldera.id – Pemerintah Kabupaten Deli Serdang menjajaki kerja sama dengan PT Rafflesia Ina selaku pengelola Jalan Tol Medan-Binjai untuk menghadirkan pusat promosi budaya dan produk UMKM di kawasan rest area tol.

Peluang kolaborasi tersebut dibahas saat Wakil Bupati Deli Serdang Lom Lom Suwondo SS menerima audiensi jajaran PT Rafflesia Ina di Kantor Bupati Deli Serdang, Senin (3/8/2026).

Dalam pertemuan itu, PT Rafflesia Ina menawarkan pemanfaatan area rest area sebagai ruang promosi daerah, termasuk pembangunan rumah adat, pusat informasi budaya, hingga kawasan khusus bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Kami menyambut baik tawaran kerja sama ini. Mudah-mudahan menjadi awal kolaborasi yang baik sehingga dapat menghadirkan identitas dan warna Kabupaten Deli Serdang di sepanjang Jalan Tol Medan-Binjai,” kata Lom Lom.

Menurutnya, keberadaan rest area dapat dimanfaatkan sebagai etalase untuk memperkenalkan potensi daerah kepada pengguna jalan tol yang melintas setiap hari.

Selain memperkuat promosi daerah, langkah tersebut juga dinilai berpotensi membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.

Direktur Utama PT Rafflesia Ina, Tri Yuharlina, mengatakan pihaknya telah menyiapkan lahan yang dapat digunakan sebagai pusat promosi produk unggulan daerah dan berbagai aktivitas ekonomi lainnya.

Ia menyebut peluang investasi di kawasan tersebut masih terbuka, termasuk untuk pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Menurut Tri, rest area Tol Medan-Binjai dapat dikembangkan menjadi kawasan yang tidak hanya melayani kebutuhan pengguna jalan, tetapi juga menjadi sarana promosi budaya dan ekonomi daerah.
Menanggapi tawaran tersebut, Pemkab Deli Serdang akan mengkaji konsep pengembangan yang paling sesuai agar kawasan rest area dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

“Kami akan mempelajari konsep yang ditawarkan. Mudah-mudahan lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memperkenalkan Deli Serdang sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujar Lom Lom. (Reza)