Sumpah Pemuda ke-98, Surya Beri Penghargaan kepada 7 Organisasi

redaksi
28 Okt 2026 11:36
Medan News 0 7
3 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya menyerahkan Anugerah Bakti Pemuda Inspiratif Sumatera Utara kepada tujuh organisasi kepemudaan pada peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Medan, Rabu (28/10/2026). Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi atas kontribusi organisasi pemuda dalam mendukung pembangunan daerah.

Penyerahan penghargaan berlangsung setelah upacara di Lapangan Apel Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan. Tujuh organisasi penerima penghargaan yakni Pramuka, Ikatan Pelajar Al Washliyah (IPA), Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Pemuda Muhammadiyah, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pemuda Panca Marga (PPM), dan Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI).

Penghargaan tersebut diberikan atas dedikasi, partisipasi, dan kontribusi organisasi kepemudaan dalam mendukung program pembangunan, termasuk mewujudkan visi dan misi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara periode 2025–2030.

Dalam upacara tersebut, Surya bertindak sebagai pembina upacara sekaligus membacakan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir. Amanat itu menekankan pentingnya menjaga semangat persatuan yang telah diikrarkan para pemuda Indonesia sejak 28 Oktober 1928.



“Semangat persatuan harus terus hidup dan diwujudkan dalam karakter serta tindakan nyata generasi penerus bangsa,” demikian pesan dalam amanat Menpora yang dibacakan Surya.

Amanat tersebut juga menegaskan bahwa kemajuan bangsa tidak cukup diukur dari pembangunan fisik, kecanggihan teknologi, maupun kekayaan materi. Kualitas manusia, karakter yang kuat, kecintaan terhadap tanah air, kegigihan, dan kepedulian sosial menjadi bagian penting dalam membangun masa depan Indonesia.

Tiga karakter utama yang ditekankan kepada generasi muda adalah patriotisme, kegigihan, dan empati. Patriotisme diwujudkan melalui pengabdian nyata kepada bangsa, kegigihan tercermin dari kemampuan menghadapi kesulitan dan bangkit dari kegagalan, sedangkan empati mendorong kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.

“Patriotisme harus diwujudkan melalui pengabdian dan tindakan nyata bagi bangsa dan negara. Kegigihan tercermin dari kemampuan untuk tetap berjuang menghadapi kesulitan dan bangkit dari kegagalan. Sementara itu, empati menjadi landasan untuk memahami kesulitan orang lain dan hadir memberikan pertolongan kepada masyarakat yang membutuhkan,” demikian isi amanat tersebut.

Menpora juga mengajak pemuda Indonesia berani bermimpi besar, bekerja keras, serta menjadi pribadi tangguh tanpa kehilangan kepedulian terhadap sesama. Generasi muda didorong untuk berani memimpin sekaligus bersedia melayani, dengan menjadikan ilmu, karya, dan pengorbanan sebagai bentuk kecintaan kepada Indonesia.

“Masa depan bangsa bukan hanya sesuatu yang akan kita temui. Masa depan adalah sesuatu yang sedang kita bangun bersama,” demikian pesan Menpora.

Upacara dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumut, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Timur Tumanggor, pimpinan organisasi perangkat daerah, anggota Pramuka, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, dan mahasiswa.

Suasana peringatan juga diwarnai penggunaan pakaian adat oleh aparatur sipil negara dan pimpinan OPD. Busana adat dari berbagai etnis, seperti Melayu, Karo, Tapanuli Selatan, Nias, Batak, dan Jawa, mencerminkan keberagaman budaya sekaligus semangat persatuan di Sumatera Utara.

Upacara ditutup dengan menyanyikan lagu “Bangun Pemudi Pemuda” dan “Satu Nusa Satu Bangsa”, dilanjutkan dengan doa bersama. (Reza)