Sri RezekiMEDAN, kaldera.id — Anggota DPRD Kota Medan, Sri Rezeki, mendesak Pemerintah Kota (Pemko) Medan segera memperkuat intervensi terhadap sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang dinilai masih menghadapi banyak kendala mendasar.
Ia menegaskan, tanpa dukungan konkret seperti akses permodalan, pelatihan tepat sasaran, dan perluasan pasar, pelaku UMKM akan sulit berkembang dan berdaya saing.
“UMKM tidak bisa dibiarkan berjalan sendiri. Pemerintah harus hadir memperkuat ekosistem usaha agar pelaku lokal bisa naik kelas dan bersaing,” kata Sri Rezeki di Medan, Sabtu (18/4/2026).
Politisi PKS ini menyoroti perlunya kebijakan yang lebih adaptif, termasuk mendorong kemitraan strategis antara pelaku usaha besar dan UMKM guna menciptakan pasar yang berkelanjutan.
Selain itu, ia menekankan pentingnya penguatan koperasi sebagai langkah meningkatkan posisi tawar pelaku usaha kecil. Menurutnya, kolaborasi koperasi dengan program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat membuka peluang pasar yang lebih luas bagi UMKM lokal.
“Melalui koperasi, distribusi bahan baku dan standar mutu bisa lebih terkontrol. Ini juga bisa menekan inflasi dan memastikan UMKM terlibat langsung dalam program nasional,” ujarnya.
Sri Rezeki juga mengingatkan sejumlah persoalan klasik yang masih dihadapi UMKM, mulai dari keterbatasan modal, produksi, hingga lemahnya perlindungan hukum. Ia pun mendesak lahirnya regulasi yang berpihak pada pelaku usaha kecil, khususnya dalam kemudahan perizinan dan akses pendanaan.
“Jika tidak dibenahi, UMKM akan terus tertinggal. Regulasi harus hadir untuk melindungi dan memperkuat ekonomi kerakyatan,” pungkasnya. (Reza)