Renville Pandapotan NapitupuluMEDAN, kaldera.id — Pergantian Kepala Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan menuai kritik dari DPRD. Ketua Fraksi PSI DPRD Medan, Renville Pandapotan Napitupulu, menilai mutasi tersebut berpotensi mengganggu penanganan banjir yang sedang berjalan.
Renville mengaku kecewa dengan pelantikan Kadis SDABMBK yang baru, Khairul Azmi, termasuk pencopotan Sekretaris Dinas sebelumnya, Willy Irawan, yang dinilai memahami persoalan teknis di lapangan.
“Komposisi sebelumnya sudah bagus, tapi justru dirombak. Padahal kita sedang fokus menyelesaikan masalah banjir,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).
Menurutnya, pergantian pejabat di tengah proses penanganan infrastruktur berisiko menghambat program yang belum tuntas, termasuk normalisasi Sungai Bederah.
Renville menegaskan pihaknya akan menguji kinerja pejabat baru, terutama dalam menyelesaikan persoalan banjir yang hingga kini belum rampung.
“Kita lihat kemampuan mereka. Kalau tidak mampu, harus diganti dengan yang kompeten,” tegasnya.
Ia menyoroti proyek normalisasi Sungai Bederah yang dinilai belum optimal. Salah satu masalah utama adalah penyempitan aliran di bagian hulu, khususnya di kawasan Jalan Sumarsono menuju pintu tol, yang tidak sebanding dengan pelebaran di bagian hilir.
“Di hilir sudah dilebarkan sampai 15 meter, tapi di hulu masih sekitar 5 meter. Ini menyebabkan antrean air dan berpotensi memperparah banjir,” jelasnya.
Renville menilai ketidaksinkronan tersebut harus segera diselesaikan agar aliran air dari kawasan Helvetia dan sekitarnya dapat mengalir lancar hingga ke hilir.
Ia menegaskan, kinerja pejabat baru akan dinilai dari kemampuan menyelesaikan persoalan konkret di lapangan, termasuk normalisasi Sungai Bederah yang menjadi salah satu titik krusial banjir di Kota Medan. (Reza)