Ahmad Afandi Harahap
MEDAN, kaldera.id – Anggota DPRD Kota Medan, Ahmad Afandi Harahap, mengapresiasi respons Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dan Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap dalam menindaklanjuti keluhan warga terkait banjir dan kemacetan di Jalan Letda Sujono.
Apresiasi itu disampaikan Ahmad Afandi usai mengikuti pertemuan Komisi 4 DPRD Medan dengan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan di Balai Kota Medan, Senin (19/10/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Afandi menyampaikan keluhan masyarakat mengenai genangan air di Jalan Letda Sujono, terutama di sekitar pintu masuk jalan tol. Kawasan itu kerap tergenang meski hujan turun dalam waktu relatif singkat.
Menurutnya, persoalan tersebut perlu segera ditangani karena genangan air mengganggu aktivitas masyarakat dan berpotensi memperparah kemacetan lalu lintas.
Selain banjir, Afandi menyoroti kemacetan yang kerap terjadi akibat penutupan pintu masuk tol. Ia berharap akses tersebut dapat dikembalikan seperti semula dengan mempertimbangkan kajian teknis dan kewenangan instansi terkait.
“Persoalan Jalan Letda Sujono ini perlu segera ditangani. Setiap kali hujan turun, meskipun tidak terlalu lama, kawasan tersebut kerap tergenang. Di sisi lain, kemacetan juga sering terjadi akibat penutupan pintu masuk tol,” ujarnya.
Afandi juga meminta Dinas Perhubungan Kota Medan menertibkan aktivitas kendaraan ekspedisi pengangkut barang yang dinilainya turut menjadi faktor penyebab kemacetan di kawasan tersebut.
Menurutnya, penataan operasional kendaraan angkutan barang perlu dilakukan secara terukur agar arus lalu lintas lebih lancar dan mobilitas masyarakat tidak terganggu.
Afandi mengaku mengapresiasi respons Rico Waas dan Zakiyuddin yang langsung menginstruksikan jajaran perangkat daerah terkait untuk menindaklanjuti persoalan yang disampaikannya.
“Secara pribadi, saya mengapresiasi Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dan Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap. Dalam pertemuan itu, keduanya langsung memerintahkan jajaran terkait untuk segera menindaklanjuti keluhan warga yang saya sampaikan,” ungkapnya.
Ia berharap instruksi tersebut segera diwujudkan melalui langkah konkret di lapangan, mulai dari penanganan genangan air, evaluasi akses pintu masuk tol, hingga penertiban kendaraan ekspedisi yang berpotensi menghambat arus lalu lintas.
Afandi menegaskan, penyelesaian persoalan Jalan Letda Sujono membutuhkan koordinasi lintas instansi agar solusi yang diambil tidak sekadar mengatasi masalah sementara, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“Harapan kita, keluhan warga ini tidak berhenti pada pembahasan saja, tetapi benar-benar ditindaklanjuti sehingga masyarakat merasakan manfaatnya, terutama dalam mengurangi genangan dan kemacetan di Jalan Letda Sujono,” pungkasnya. (Reza)