Banjir Rob Berulang, Komisi 4 Minta Jalan Belawan Dibangun Lebih Kokoh

redaksi
20 Okt 2026 14:39
Medan News 0 29
2 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Banjir rob yang berulang di Medan Belawan menjadi alasan Anggota Komisi 4 DPRD Kota Medan, Zulham Efendi, meminta Pemko Medan memprioritaskan pembangunan jalan dengan konstruksi lebih kokoh dan tahan lama. Ia menilai, kualitas pengerjaan harus menjadi perhatian utama agar jalan tidak cepat rusak meski terus terdampak banjir rob.

Usulan tersebut disampaikan Zulham dalam rapat bersama Wali Kota Medan dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di Balai Kota Medan, Senin (19/10/2026).

Menurut Zulham, masyarakat Belawan menghadapi persoalan banjir rob yang berdampak terhadap kondisi infrastruktur jalan dan kelancaran aktivitas sehari-hari. Karena itu, pembangunan di kawasan pesisir tersebut perlu mempertimbangkan karakteristik lingkungan dan risiko genangan yang berulang.

Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan jalan tidak cukup diukur dari panjang ruas yang dikerjakan atau besarnya anggaran yang terserap. Kualitas konstruksi dan ketahanan jalan harus menjadi tolok ukur agar manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

“Jalan-jalan yang kerap terdampak banjir rob, khususnya di Medan Belawan, perlu menjadi prioritas perhatian Pemko Medan. Kita ingin jalan yang dibangun memiliki kualitas yang baik dan mampu bertahan lebih lama,” ujarnya.

Zulham juga meminta pengawasan terhadap spesifikasi teknis pekerjaan diperketat, termasuk ketebalan konstruksi dan kualitas material yang digunakan. Menurutnya, pengerjaan harus mengikuti standar teknis yang sesuai dengan kondisi lapangan agar jalan tidak mudah rusak dan membutuhkan perbaikan berulang.

“Dari ketebalan, misalnya, bisa dibuat 50–60 sentimeter sehingga saat rob datang warga masih bisa beraktivitas,” ungkapnya.

Ia berharap Pemko Medan melalui OPD terkait segera memetakan ruas jalan yang rawan terdampak banjir rob. Pemetaan tersebut diperlukan untuk menentukan skala prioritas berdasarkan tingkat kerusakan, kondisi wilayah, serta kebutuhan masyarakat.

Zulham menegaskan, pembangunan infrastruktur di Belawan harus menjawab persoalan yang selama ini dihadapi warga. Selain pemerataan pembangunan, perencanaan teknis dan pengawasan kualitas pekerjaan perlu diperkuat agar anggaran yang digunakan memberikan manfaat optimal.

“Pembangunan harus menjawab kebutuhan warga. Jangan sampai jalan yang baru dibangun cepat rusak, sementara masyarakat terus menghadapi persoalan banjir rob. Karena itu, kualitas dan penentuan prioritas pembangunan harus berjalan beriringan,” pungkasnya. (Reza)