RSUD Pirngadi Medan Perdana Layani Pemasangan Ring Jantung

redaksi
7 Nov 2026 10:26
Medan News 0 3
3 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – RSUD Dr Pirngadi Medan untuk pertama kalinya melayani tindakan kateterisasi dan pemasangan ring jantung. Layanan ini mulai beroperasi setelah rumah sakit milik Pemerintah Kota Medan tersebut menerima bantuan peralatan kesehatan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Tindakan perdana terhadap seorang pasien penyakit jantung itu disaksikan Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap, melalui monitor saat meninjau kegiatan Proctorship INB Kardiovaskular di RSUD Dr Pirngadi, Jumat (6/11/2026).

Kunjungan tersebut turut dihadiri Direktur Pelayanan Klinis Kemenkes RI, dr Obrin Parulian, Direktur RSUP H Adam Malik, Zainal Syafri, jajaran Tim KJSU-KIA Kemenkes, Plt Kepala Dinas Kesehatan Medan Surya Syahputra, serta Plt Direktur Utama RSUD Dr Pirngadi Mardohar Tambunan.

Zakiyuddin mengapresiasi dukungan Kemenkes yang memungkinkan RSUD Dr Pirngadi mulai memberikan layanan penanganan penyakit jantung dengan teknologi medis tersebut. Ia berharap fasilitas itu dimanfaatkan secara optimal untuk memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan berkualitas.



“Hari ini kita bersyukur karena untuk pertama kalinya RSUD Dr Pirngadi melakukan pemasangan ring jantung. Peralatan ini merupakan bantuan dari Kementerian Kesehatan dan hari ini sudah mulai digunakan. Harapan kita, ke depan fasilitas ini benar-benar dapat dimanfaatkan untuk melayani masyarakat yang membutuhkan tindakan kateterisasi maupun pemasangan ring,” kata Zakiyuddin.

Menurutnya, penguatan layanan jantung menjadi bagian dari upaya Pemko Medan membenahi kualitas pelayanan kesehatan. Masyarakat diharapkan tidak lagi harus mencari penanganan medis ke luar daerah maupun luar negeri karena keterbatasan fasilitas di rumah sakit pemerintah daerah.

Zakiyuddin mengakui masih banyak persoalan pelayanan kesehatan yang harus dibenahi, mulai dari keterbatasan kamar perawatan, ketersediaan dokter hingga obat-obatan. Padahal, RSUD Dr Pirngadi tidak hanya melayani warga Medan, tetapi juga menjadi tujuan pasien dari berbagai daerah di Sumatera Utara.

“Setiap hari masih ada masyarakat yang mengeluhkan sulitnya mendapatkan kamar perawatan, keterbatasan dokter, hingga ketersediaan obat. Ini yang harus kita benahi. Kita ingin masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik dan layak,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar peningkatan pelayanan dilakukan tanpa membedakan kemampuan ekonomi pasien. Menurutnya, masyarakat mampu maupun kurang mampu memiliki hak yang sama untuk memperoleh penanganan medis terbaik.

“Orang kaya maupun masyarakat kurang mampu, ketika sakit jantung, sama-sama membutuhkan penanganan yang baik. Karena itu, pelayanan kesehatan harus benar-benar kita tingkatkan agar seluruh masyarakat bisa merasakan manfaatnya,” ujarnya.

Selain fasilitas medis, Zakiyuddin menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya. Kecanggihan peralatan harus diimbangi kemampuan profesional serta kepedulian tenaga medis dalam memberikan pelayanan kepada pasien.

Ia berharap pengembangan layanan RSUD Dr Pirngadi dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan di Medan, sekaligus mengurangi kecenderungan warga memilih berobat ke Malaysia.

Sementara itu, Direktur Pelayanan Klinis Kemenkes RI, Obrin Parulian, mengatakan dukungan pemerintah pusat kepada RSUD Dr Pirngadi tidak sebatas penyediaan peralatan kateterisasi jantung atau catheterization laboratory (cath lab). Kemenkes juga memberikan pendidikan dan pelatihan bagi dokter serta perawat untuk memperkuat kemampuan pelayanan kardiovaskular.

Melalui dukungan tersebut, RSUD Dr Pirngadi diharapkan mampu mengembangkan layanan jantung secara berkelanjutan dan memberikan penanganan lebih optimal, termasuk kepada peserta BPJS Kesehatan setelah seluruh persyaratan administrasi pelayanan terpenuhi.

Layanan pemasangan ring jantung ini menjadi langkah baru bagi RSUD Dr Pirngadi dalam memperluas kemampuan penanganan penyakit kardiovaskular. Pemko Medan berharap penguatan fasilitas dan kompetensi tenaga medis dapat menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih lengkap, berkualitas, dan terjangkau bagi masyarakat. (Reza)