Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas
MEDAN, kaldera.id – Pemerintah Kota Medan menggelar peringatan malam Nuzulul Qur’an di kawasan Ramadan Fair Kota Medan ke-XX di Taman Sri Deli, Sabtu (7/3/2026).
Kegiatan keagamaan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri ratusan masyarakat dari berbagai kalangan.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dalam sambutannya mengajak masyarakat menjadikan peringatan turunnya Al-Qur’an sebagai momentum memperkuat keimanan serta meningkatkan kecintaan terhadap kitab suci.
“Di pertengahan bulan Ramadan ini kita memperingati malam Nuzulul Qur’an, hari yang sangat spesial dan penuh kebahagiaan bagi umat Islam,” kata Rico Waas.
Menurutnya, peristiwa turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW merupakan momen penting dalam sejarah Islam karena menjadi awal turunnya petunjuk bagi umat manusia.
Rico menjelaskan, wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW berisi perintah untuk membaca. Pesan tersebut mengandung makna pentingnya menuntut ilmu dan memahami kehidupan melalui petunjuk yang terdapat dalam Al-Qur’an.
“Melalui Al-Qur’an banyak pesan yang bisa kita pelajari, baik tentang agama, kehidupan sosial, maupun nilai-nilai kehidupan yang menjadi pedoman bagi umat manusia,” ujarnya.
Ia berharap melalui peringatan Nuzulul Qur’an, masyarakat Kota Medan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
“Mari kita jadikan momentum ini agar masyarakat Kota Medan menjadi insan yang Qurani, senantiasa membaca, memahami, dan mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an,” kata Rico.
Peringatan tersebut diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan dilanjutkan dengan tausiyah agama yang disampaikan Ustaz Muhammad Hafiz Salim.
Dalam ceramahnya, ia mengingatkan pentingnya meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam beribadah maupun dalam hubungan sosial dengan sesama.
Ia juga menekankan pentingnya berbakti kepada kedua orang tua sebagai salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam.
“Jika kita mencintai dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, maka hati akan menjadi lebih tenang dan kehidupan kita akan lebih terarah,” ujarnya. (Reza)