Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meninjau sempadan Sungai Sibuluan dan sekitarnya untuk memastikan percepatan rekonstruksi tanggul serta penanganan permukiman warga terdampak banjir bandang 2025.
TAPANULI TENGAH, kaldera.id – Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meninjau sempadan Sungai Sibuluan dan sekitarnya untuk memastikan percepatan rekonstruksi tanggul serta penanganan permukiman warga terdampak banjir bandang 2025.
Dalam kunjungan Selasa (14/4/2026), Bobby menegaskan pembangunan tanggul permanen dan relokasi warga menjadi prioritas guna mencegah bencana susulan.
Sejumlah titik yang ditinjau meliputi Sungai Panjaitan dan Sungai Aek Sibuluan di Kecamatan Pandan, yang mengalami kerusakan parah akibat bronjong jebol diterjang arus deras.
“Arus menghantam bronjong hingga tanah ambles dan berubah jadi aliran sungai,” tegas Bobby di lokasi.
Pemprov Sumut akan membangun tanggul menggunakan sistem sheet pile beton yang lebih kuat. Selain itu, pemerintah menyiapkan relokasi bagi warga yang kehilangan rumah dan lahan.
“Kalau ada lahan pengganti, kita bebaskan dan bangun rumahnya. Lahan lama akan digunakan untuk penguatan tanggul,” ujarnya.
Plt Kepala Dinas SDABMBK Sumut, Gibson Panjaitan, menyebut pembangunan tanggul ditargetkan mulai Mei hingga paling lambat Juni 2026, dengan panjang 400–600 meter per titik sesuai prioritas risiko.
Kendala utama saat ini adalah permukiman padat dan kebutuhan persetujuan warga terdampak.
Dari sisi dampak, proyek ini diharapkan mampu menekan risiko banjir, melindungi permukiman, serta memulihkan infrastruktur pascabencana.
Namun di sisi lain, relokasi warga berpotensi menimbulkan persoalan sosial, seperti penyesuaian tempat tinggal baru dan pelepasan lahan lama.
Pemprov Sumut menegaskan percepatan proyek bergantung pada dukungan masyarakat dan penyelesaian kendala di lapangan. (Reza)