Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan dalam rapat koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), Kamis (29/10/2026).
DELI SERDANG, kaldera.id– Sebanyak 11 rumah warga Desa Bandar Kuala, Kecamatan Galang, hanyut akibat luapan Sungai Ular. Pemerintah Kabupaten Deli Serdang kini mengkaji relokasi dan bantuan pembangunan rumah bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
Rencana penanganan korban dibahas Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan dalam rapat koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), Kamis (29/10/2026).
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Deli Serdang Mukti Ali melaporkan, banjir dan longsor yang terjadi pada 27–29 Oktober 2026 berdampak pada 18.940 jiwa dan 5.367 rumah di 15 desa.
Di Desa Bandar Kuala, Kecamatan Galang, luapan Sungai Ular memicu longsor hingga menyebabkan 11 rumah hanyut. Selain Galang, banjir juga melanda sejumlah wilayah, terutama Kecamatan Hamparan Perak dan Tanjung Morawa.
Di Hamparan Perak, sebanyak 2.011 rumah dengan 9.043 jiwa terdampak. Sementara di Tanjung Morawa, banjir berdampak pada 1.653 rumah dan 6.602 jiwa.
Bencana longsor juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Biru-Biru, Namorambe, Gunung Meriah, dan STM Hulu.
Asri Ludin mengatakan, pemerintah daerah sedang mengkaji kemungkinan relokasi serta bantuan pembangunan rumah bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. Faktor keselamatan menjadi pertimbangan utama sebelum menentukan lokasi dan bentuk bantuan.
“Kami sedang mengkaji rencana relokasi dan bantuan pembangunan rumah bagi warga yang rumahnya hanyut. Keselamatan warga menjadi pertimbangan utama dalam menentukan langkah penanganan,” ujar Asri.
Ia menginstruksikan BPBD, camat, pemerintah desa, dan jajaran terkait meningkatkan kesiapsiagaan serta mempercepat penanganan di wilayah terdampak. Pembersihan material longsor dilakukan melalui gotong royong dengan dukungan alat berat.
Bupati juga meminta masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, terutama akibat hujan deras dan banjir kiriman dari kawasan pegunungan.
“Saya meminta BPBD, camat, dan pemerintah desa tetap siaga serta memperkuat koordinasi. Masyarakat juga tetap waspada terhadap potensi hujan deras dan banjir kiriman, meskipun air di sejumlah wilayah telah surut,” katanya.
Pemkab Deli Serdang menyatakan pemantauan kondisi lapangan dan kesiapsiagaan petugas terus dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan banjir maupun longsor susulan. (Reza)