Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution
GUNUNGSITOLI, kaldera.id – Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution berharap kapal PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) tetap melayani rute Sibolga-Gunungsitoli. Ia meminta perusahaan pelayaran milik negara itu tidak hanya mempertimbangkan keuntungan bisnis, tetapi juga kebutuhan transportasi masyarakat di Kepulauan Nias.
Harapan tersebut disampaikan Bobby menanggapi kabar berhentinya operasional KMP Jatra I dan rencana pemindahan KMP Jatra II dari perairan Sibolga-Gunungsitoli.
“Kapal ASDP? Ya, kemarin saya sudah minta itu ke ASDP. Ini kan Nias daerah kepulauan yang ada di Indonesia. Masih ada yang tertinggal di daerah tersebut,” kata Bobby kepada wartawan, Kamis (29/10/2026) sore.
Menurut Bobby, keberadaan kapal ASDP penting untuk membuka pilihan transportasi laut bagi masyarakat Nias. Kehadiran operator milik negara itu juga diharapkan mencegah penguasaan layanan oleh satu perusahaan pelayaran swasta.
“Kita perjuangkan kemarin untuk masyarakat Kepulauan Nias agar tidak ada satu perusahaan yang memonopoli,” ujarnya.
Bobby meminta ASDP mempertimbangkan kepentingan masyarakat di wilayah kepulauan dan daerah terluar, bukan semata-mata menghitung untung rugi operasional.
“Tapi kalau dipandang tidak perlu, kami juga kemarin sudah sampaikan ke pemerintah pusat, tolong jangan dulu dihitung untung ruginya. Karena ASDP ini kan punya negara, tapi pikirkanlah masyarakat yang ada di daerah terluar,” katanya.
Meski demikian, Bobby mengakui keputusan mengenai operasional kapal tetap berada di tangan PT ASDP dengan mempertimbangkan berbagai aspek.
“Ini yang kami sampaikan, tapi kalau permohonan kita tidak dikabulkan, ya seperti apa lagi mau kita bilang,” ucapnya.
Kabar mengenai berhentinya kapal ASDP di lintasan Sibolga-Gunungsitoli sebelumnya mencuat melalui unggahan akun Facebook @rilassumut pada 19 Oktober 2026. Unggahan tersebut menyebut KMP Jatra I tidak lagi beroperasi dan KMP Jatra II akan dipindahkan.
Bobby sendiri pernah menghadiri pelepasan pelayaran perdana KMP Jatra II pada rute Gunungsitoli-Sibolga pada Juni 2025. (Reza)