2.000 Korban Banjir Tuntut JADUP, Bupati Langkat Siap Bawa Aspirasi ke Pusat

redaksi
22 Apr 2026 14:53
News Sumut 0 18
1 menit membaca

LANGKAT, kaldera.id — Sekitar 2.000 korban banjir di Kabupaten Langkat menuntut realisasi bantuan Jaminan Hidup (JADUP) dalam aksi di Alun-Alun T. Amir Hamzah, Stabat, Senin (20/4/2026).

Bupati Langkat Syah Afandin yang menemui langsung massa aksi menegaskan siap memperjuangkan tuntutan tersebut ke pemerintah pusat.
“Kami mendukung penuh aspirasi masyarakat. Bantuan JADUP ini kewenangan pusat, dan akan kita perjuangkan bersama,” tegasnya.
Ia menjelaskan, Pemkab Langkat telah melakukan pendataan kerusakan pascabanjir sesuai instruksi Kementerian Sosial, mulai dari kategori ringan hingga berat.

Namun, pencairan bantuan berada di pemerintah pusat sehingga perlu pengawalan bersama.
Bupati juga meminta dilakukan pendataan ulang untuk memastikan validitas data sebelum diajukan kembali.
“Kita data ulang, lalu kita bawa ke pusat. Saya juga siap mengajak perwakilan masyarakat untuk menyampaikan langsung aspirasi,” ujarnya.

Aksi diikuti warga dari Kecamatan Besitang dan Brandan Barat yang menilai bantuan belum terealisasi meski data telah disampaikan berjenjang hingga ke BPBD.
Dalam pertemuan itu, perwakilan warga menyerahkan kembali data korban banjir kepada bupati untuk diperjuangkan.
Pemkab Langkat berharap langkah ini dapat mempercepat realisasi bantuan JADUP bagi masyarakat terdampak.  (Reza)