Kementerian UMKM Apresiasi Bank Sumut, 607 Wirausaha Terdampak Bencana Dapat Penguatan Usaha

redaksi
25 Okt 2026 12:15
Medan News 0 6
2 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengapresiasi peran Bank Sumut dalam mendukung pemulihan usaha masyarakat terdampak bencana di Sumatera Utara. Akses pembiayaan, termasuk melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan subsidi bunga 0%, menjadi salah satu dukungan yang ditawarkan untuk membantu pelaku usaha memulihkan dan mengembangkan bisnisnya.

Apresiasi tersebut disampaikan Asisten Deputi Ekosistem Bisnis Wirausaha Kementerian UMKM, Ginda P. Siregar, saat membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Usaha bagi Wirausaha Terdampak Bencana Regional 1 Sumatera Utara di Hotel Grand Antares, Medan, Jumat (23/10/2026).

Kegiatan bertema “Bangkitkan Usaha, Perkuat Produk, Perluas Pembiayaan” itu diikuti 607 wirausaha dari delapan kabupaten/kota, yakni Medan, Langkat, Binjai, Tebing Tinggi, Deli Serdang, Batu Bara, Asahan, dan Serdang Bedagai.

Pelaku UMKM terdampak bencana menghadapi sejumlah kendala, mulai dari kerusakan sarana produksi, kehilangan bahan baku dan persediaan, terganggunya distribusi, hingga terbatasnya akses pasar dan modal usaha.



Ginda menegaskan, pemulihan UMKM tidak cukup hanya mengembalikan kegiatan produksi seperti sebelum bencana. Upaya tersebut juga harus mampu memulihkan pendapatan keluarga, menjaga keberlangsungan lapangan kerja, dan menghidupkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat.

Karena itu, penguatan kapasitas usaha perlu berjalan beriringan dengan perluasan akses pasar dan pembiayaan agar pelaku UMKM dapat kembali menjalankan usaha secara berkelanjutan.

Salah satu dukungan pembiayaan yang diperkenalkan Bank Sumut ialah program KUR dengan skema subsidi bunga 0%. Melalui program ini, pelaku usaha yang memenuhi persyaratan dapat mengakses pembiayaan dengan beban bunga yang disubsidi hingga 0%, sesuai ketentuan program yang berlaku.

Skema tersebut ditujukan untuk membantu pelaku usaha memenuhi kebutuhan modal, meningkatkan kapasitas produksi, dan mengembangkan kegiatan bisnis setelah terdampak bencana. Namun, akses pembiayaan tetap bergantung pada persyaratan dan ketentuan yang berlaku.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 238 peserta mengikuti kelas akses pembiayaan, sementara 200 peserta mengikuti kelas produksi dan 169 peserta lainnya mengikuti kelas akses pasar.

Pada kelas pembiayaan, peserta mendapatkan edukasi mengenai literasi keuangan, pengelolaan arus kas, kesiapan administrasi, serta pilihan sumber pembiayaan. Bank Sumut bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turut memberikan edukasi terkait akses pembiayaan bagi pelaku usaha.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Sumatera Utara, Yuliani Siregar, mengatakan pemulihan UMKM membutuhkan kerja sama pemerintah, perbankan, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya.

“Pelaku usaha perlu mempersiapkan usahanya dengan baik, mulai dari rencana bisnis, legalitas hingga administrasi. Ketika persyaratan sudah lengkap, kami dapat membantu menjembatani pelaku usaha dengan Bank Sumut,” ujar Yuliani.

Melalui penguatan kapasitas usaha dan akses pembiayaan, pelaku UMKM diharapkan tidak hanya mampu memulihkan usaha setelah bencana, tetapi juga memperkuat daya tahan bisnis dan memperluas pasar. (Reza)