Chris Wood
MEDAN, kaldera.id – Tim Nasional Selandia Baru kembali tampil di panggung sepak bola dunia setelah memastikan tiket ke Piala Dunia 2026. Tim berjuluk All Whites itu tergabung di Grup G bersama tim-tim kuat yakni Belgia, Mesir, dan Iran. Meski berstatus kuda hitam, Selandia Baru bertekad memberikan kejutan pada turnamen yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Selandia Baru lolos ke Piala Dunia 2026 sebagai wakil terbaik zona Oseania (OFC). Ini menjadi penampilan ketiga mereka di putaran final Piala Dunia setelah sebelumnya tampil pada edisi 1982 dan 2010.
Pelatih Selandia Baru, Darren Bazeley, telah menetapkan skuad terbaiknya untuk menghadapi persaingan berat di Grup G. Ia mengandalkan perpaduan pemain berpengalaman dan talenta muda yang berkarier di Eropa maupun Australia.
Pemain yang menjadi sorotan utama tentu sang kapten, Chris Wood. Penyerang veteran berusia 38 tahun itu masih menjadi andalan lini depan All Whites setelah tampil produktif bersama klubnya. Selain Wood, Selandia Baru juga memiliki sejumlah pemain penting seperti Liberato Cacace, Marko Stamenic, Max Crocombe, dan Tommy Smith.
Dalam skema permainan, Selandia Baru diperkirakan mengusung pendekatan pragmatis dengan pertahanan rapat dan serangan balik cepat. Kekuatan fisik serta bola-bola udara menjadi senjata utama mereka, terutama dengan kehadiran Chris Wood sebagai target man di lini depan. Tim ini juga dikenal disiplin dalam bertahan dan mampu menyulitkan lawan yang lebih diunggulkan.
Namun, tantangan berat sudah menanti. Belgia masih difavoritkan menjadi juara grup, sementara Mesir yang diperkuat Mohamed Salah dan Iran yang memiliki Mehdi Taremi diprediksi menjadi pesaing utama perebutan tiket ke fase gugur.
Meski demikian, peluang Selandia Baru belum tertutup. Dengan format Piala Dunia 48 tim yang memberi kesempatan lebih besar bagi peringkat ketiga terbaik untuk lolos ke babak berikutnya, All Whites berpotensi menciptakan kejutan apabila mampu meraih hasil positif saat menghadapi Iran dan Mesir.
Dengan status nonunggulan, Selandia Baru memang tidak dijagokan lolos. Namun semangat juang tinggi, organisasi permainan yang disiplin, serta ketajaman Chris Wood membuat All Whites tetap berpotensi menjadi batu sandungan bagi tim-tim favorit di Grup G. (Reza)