Medan Rafting Championship 2026 Dimulai, FAJI Dorong Sport Tourism dan Pelestarian Sungai

redaksi
30 Agu 2026 21:09
3 menit membaca

MEDAN, kaldera.id — Arus Sungai Deli menjadi arena adu cepat dan ketangguhan para pegiat arung jeram dalam Medan Rafting Championship (MRC) 2026 Series I yang digelar Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kota Medan di Taman Maharani Aloha, Medan, 28–29 Agustus 2026.

Dua hari pertandingan berlangsung dengan tensi tinggi. Sejumlah tim arung jeram turun menguji kemampuan mereka menaklukkan lintasan Sungai Deli dalam nomor Sprint dan Head to Head, yang menjadi kategori utama kejuaraan.

Tak hanya menyajikan persaingan antartim, MRC 2026 Series I juga menghadirkan laga eksibisi yang menambah semarak kompetisi.

Ketua Umum FAJI Kota Medan, Muhammad Fadli, mengapresiasi seluruh klub dan atlet yang tampil sportif serta menunjukkan semangat juang tinggi sepanjang perlombaan.

“Selamat dan apresiasi setinggi-tingginya saya sampaikan kepada para klub yang tampil luar biasa dengan daya juang pantang menyerah di lintasan Sungai Deli. Seluruh peserta telah membuktikan kualitas, ketangguhan, dan kecintaan mereka pada olahraga arung jeram ini,” ujar Fadli.

Menurutnya, MRC 2026 tidak hanya berbicara mengenai kecepatan mencapai garis finis. Lebih jauh, ajang tersebut menjadi bagian dari upaya FAJI Medan memperkenalkan potensi Sungai Deli sekaligus menghidupkan kembali kepedulian masyarakat terhadap kelestarian sungai.

“Medan Rafting Championship 2026 bukan sekadar kejuaraan, melainkan sebuah gerakan bersama untuk mengembalikan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian sungai di Kota Medan,” katanya.

Fadli menilai Sungai Deli memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan sport tourism di Kota Medan. Menurut dia, pengembangan olahraga arung jeram di Sungai Deli juga dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar, terutama melalui keterlibatan pelaku UMKM lokal.

“Melalui olahraga ini, kami membuktikan bahwa Sungai Deli memiliki potensi luar biasa sebagai destinasi wisata olahraga sekaligus ruang untuk meningkatkan ekonomi warga sekitar melalui UMKM lokal,” ujarnya.

Dalam momentum itu, FAJI Medan juga ingin MRC 2026 menjadi sebagai gerakan untuk membangun kembali kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sungai. Rangkaian MRC 2026 kegiatan diisi dengan aksi bersih sungai, penanaman pohon bersama komunitas peduli lingkungan, serta pelatihan water rescue bagi masyarakat yang tinggal di bantaran Sungai Deli.

Wali Kota Medan yang diwakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Medan, H. Tengku Chairuniza, menyampaikan bahwa Pemko Medan mendukung berbagai kegiatan olahraga arung jeram yang digelar FAJI Kota Medan.

“Pemko Medan sangat mendukung segala bentuk kegiatan olahraga arung jeram di Kota Medan dan sangat terbuka untuk berdiskusi mengenai lokasi pelatihan olahraga arung jeram di Taman Cadika,” kata Tengku saat membuka MRC 2026 Series I.

Selain lokasi latihan, Pemko Medan juga membuka peluang dukungan terhadap kebutuhan sarana dan peralatan yang dapat menunjang pembinaan atlet. Termasuk di antaranya pengadaan perahu yang dibutuhkan FAJI Kota Medan dalam menjalankan program pembinaan atlet arung jeram.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Kota Medan, Aswindy Fachrizal, menegaskan komitmennya untuk mendukung FAJI Kota Medan dalam pembinaan atlet arung jeram.

“KONI Medan akan mendukung penuh segala bentuk kegiatan FAJI Kota Medan dalam pembinaan atlet-atlet arung jeram di Kota Medan,” ujar Aswindy.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap konsep MRC 2026 Series I yang tidak berhenti pada kompetisi olahraga. Menurutnya, perpaduan antara pertandingan arung jeram, aksi bersih sungai, penanaman pohon, dan pelatihan water rescue memberikan nilai lebih bagi penyelenggaraan kejuaraan.

“Kami sangat mengapresiasi MRC 2026 yang dapat memadukan kompetisi olahraga arung jeram dengan aksi bersih sungai, penanaman pohon, serta pelatihan water rescue bagi warga yang tinggal di sekitar aliran sungai,” katanya.(frozi/rel)