Duel sarat gengsi akan tersaji pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 saat juara bertahan Argentina menghadapi Mesir di Stadion Atlanta, Atlanta, Selasa (7/7/2026)
MEDAN, kaldera.id – Duel sarat gengsi akan tersaji pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 saat juara bertahan Argentina menghadapi Mesir di Stadion Atlanta, Atlanta, Selasa (7/7/2026) malam WIB. Pertandingan ini tidak hanya mempertemukan dua negara dari benua berbeda, tetapi juga menghadirkan pertarungan dua ikon sepak bola dunia, Lionel Messi dan Mohamed Salah.
Di atas kertas, Argentina lebih diunggulkan. Superkomputer Opta bahkan memberikan peluang kemenangan mencapai 69,1 persen kepada Albiceleste. Namun pelatih Lionel Scaloni menegaskan tidak ada tim yang benar-benar dominan di Piala Dunia kali ini setelah sejumlah raksasa seperti Brasil dan Jerman sudah tersingkir lebih awal
Argentina datang ke laga ini dengan modal empat kemenangan beruntun. Meski begitu, mereka sempat menunjukkan celah saat nyaris disingkirkan Tanjung Verde pada babak 32 besar sebelum menang dramatis 3-2 lewat perpanjangan waktu. Lini pertahanan yang biasanya kokoh terlihat beberapa kali kesulitan menghadapi serangan balik cepat lawan.
Secara taktik, Scaloni diperkirakan tetap mengandalkan penguasaan bola dengan trio Rodrigo De Paul, Alexis Mac Allister, dan Enzo Fernandez sebagai pengendali tempo permainan. Kehadiran Messi di belakang Lautaro Martinez menjadi sumber kreativitas utama yang mampu membuka ruang melalui umpan-umpan terobosan dan pergerakan di antara lini.
Kekuatan terbesar Argentina terletak pada kualitas individu, pengalaman bermain di laga besar, serta kedalaman skuad. Namun kelemahan mereka terlihat saat menghadapi lawan yang bermain disiplin dan mengandalkan transisi cepat. Tanjung Verde membuktikan Argentina masih bisa ditembus ketika kehilangan konsentrasi di lini belakang.
Di kubu Mesir, kepercayaan diri sedang tinggi setelah menyingkirkan Australia lewat adu penalti pada babak 32 besar. Tim berjuluk The Pharaohs itu mencatat sejarah dengan lolos ke fase gugur dan kini memburu tiket perempat final pertama sepanjang sejarah mereka di Piala Dunia.
Mesir kemungkinan akan bermain dengan formasi 4-2-3-1, mengandalkan kecepatan Mohamed Salah dan Omar Marmoush dalam serangan balik. Salah menjadi pemain paling berbahaya dengan kontribusi peluang terbanyak bagi timnya sepanjang turnamen. Selain itu, Emam Ashour juga tampil tajam sebagai pencetak gol terbanyak Mesir di Piala Dunia 2026.
Kelebihan Mesir adalah organisasi permainan yang disiplin, kecepatan saat menyerang ruang kosong, serta mentalitas bertarung yang tinggi. Namun mereka memiliki kelemahan dalam penguasaan bola dan kerap memberikan terlalu banyak ruang ketika menghadapi tim dengan kualitas teknis tinggi. Jika terlalu lama bertahan, tekanan Argentina bisa menjadi masalah besar.
Dari catatan pertemuan, kedua tim belum pernah bertemu di Piala Dunia. Pertemuan terakhir terjadi dalam laga persahabatan tahun 2008 di Kairo yang dimenangkan Argentina dengan skor 2-0. Argentina juga sedang menikmati rekor delapan kemenangan beruntun atas tim-tim Afrika di ajang Piala Dunia.
Fakta menarik lainnya, laga ini berpotensi menjadi salah satu pertemuan internasional terakhir antara Messi dan Salah. Kedua megabintang tersebut belum pernah saling berhadapan di level tim nasional senior. Karena itu, duel di Atlanta diprediksi menjadi magnet utama perhatian dunia.
Pemenang laga ini akan menghadapi pemenang pertandingan Swiss kontra Kolombia pada babak perempat final. Dengan banyaknya kejutan yang sudah terjadi di Piala Dunia 2026, Argentina jelas tidak boleh menganggap remeh Mesir yang datang membawa mimpi besar Afrika. (Reza)