Panen Bawang di Beringin, Bupati Asri Pastikan Pasar dan Harga Petani Lewat Si PANDAI

redaksi
7 Jul 2026 19:54
Medan News 0 15
3 menit membaca

DELISERDANG, kaldera.id – Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan menegaskan komitmennya menjamin kepastian pasar dan stabilitas harga hasil pertanian melalui program Si PANDAI saat menghadiri panen bawang merah bersama Kelompok Tani Jaya Tani di Desa Sidodadi Ramunia, Kecamatan Beringin, Senin (6/7/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Asri Ludin turut memanen bawang merah di lahan seluas tujuh rantai yang memiliki potensi produksi sekitar 1,3 ton. Hasil panen petani langsung dibeli Pemerintah Kabupaten Deli Serdang melalui BUMD Bhinneka Perkasa Jaya dengan harga Rp24.000 per kilogram.

Menurut Asri, pemerintah daerah tidak hanya berupaya meningkatkan produksi pertanian, tetapi juga memastikan hasil panen petani memiliki pasar yang jelas dan harga yang menguntungkan.
“Sistem Si PANDAI yang sedang kita bangun akan memudahkan pemerintah mengetahui kapan petani panen, siapa yang membeli hasil panennya, hingga dipasarkan ke mana. Dengan begitu, pemerintah dapat membantu menjamin pasar sekaligus menjaga stabilitas harga hasil pertanian,” ujar Asri.

Ia menjelaskan, Si PANDAI atau Sistem Pantau Data Pangan Indonesia menjadi instrumen untuk mengintegrasikan data pertanian mulai dari luas tanam, jadwal tanam hingga waktu panen. Sistem tersebut diharapkan mampu memperkuat pendampingan petani sekaligus menjadi dasar pengambilan kebijakan sektor pangan.

Dalam dialog dengan petani, Asri mengapresiasi para petani bawang merah di Desa Sidodadi Ramunia yang selama ini mengembangkan usaha tani secara mandiri. Namun, ia mengakui petani masih menghadapi persoalan ketika harga hasil panen turun dan harus bergantung kepada tengkulak.
“Ke depan kondisi seperti ini harus kita benahi. Pemerintah hadir agar petani tidak lagi dirugikan ketika harga jatuh. Kita ingin hasil panen petani memiliki pasar yang jelas dan harga yang layak,” tegasnya.

Selain menjamin pasar hasil pertanian, Pemkab Deli Serdang juga menyalurkan berbagai bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani untuk meningkatkan produktivitas.
Gapoktan Mandiri menerima bantuan masing-masing satu unit combine harvester, traktor roda empat, handsprayer elektrik, serta benih padi hibrida. Sementara Gapoktan Sri Abadi Tani menerima satu unit rotavator dan satu set mesin pompa air. Bantuan pompa air juga diberikan kepada kelompok tani Asrintani dan Maju Tani.
Asri juga menyoroti pentingnya peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dalam mengatur pola tanam agar masa panen tidak terjadi secara bersamaan yang dapat memicu anjloknya harga komoditas.

“Kalau kebutuhan alat pertanian masih kurang, segera laporkan. PPL harus mengatur pola tanam sehingga produksi tetap terjaga dan petani tidak mengalami kerugian,” katanya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan sentra bawang merah di Sidodadi Ramunia, pemerintah juga akan membangun gudang penyimpanan bibit bawang berukuran 5 x 10 meter. Desa tersebut diketahui memiliki potensi lahan bawang merah seluas sekitar 75 hektare.

Tak hanya itu, Pemkab Deli Serdang juga akan memperkuat sektor pertanian melalui pembangunan infrastruktur pendukung, termasuk perbaikan jalan yang menjadi akses utama masyarakat dan distribusi hasil pertanian.
“Jalan yang juga menjadi lalu lintas akan kita perbaiki tahun ini. Ada 10 paket pengerjaan infrastruktur di Kecamatan Beringin yang akan dikerjakan tahun ini juga,” ujar Asri. (Reza)